INFO DESA

Rosi Sang Penari, Bagaimanakah Kisah Perjalanannya Hingga Ia Capai Cita-citanya?
25 Agustus 2024   383 kali

Sumberwringin, Klakah, Lumajang.

Mbak Rosi atau dengan nama lengkapnya Maulida Rosiyanti, adalah seorang penari yang beralamatkan Desa Sumberwringin. Ia semakin dikenal oleh warga Sumberwringin sejak tampil di acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) bekerja sama dengan Karang Taruna Beringin Muda Desa Sumberwringin.

Di bangku sekolah, Rosi mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Klakah 01, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 01 Sukodono, dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 01 Lumajang. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya dengan berkuliah jurusan tari di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah.

“Saya tertarik pada seni tari karena motivasi yang saya miliki pada saat kecil belum bisa menari, sehingga saya terus mempelajari apa itu tari dan bagaimana cara menyampaikan ekspresi jiwa seorang penari dalam sebuah tarian kepada penonton,” jelasnya.

Menurutnya, sejak kecil ia memiliki semangat yang tinggi walaupun dirinya pernah ditolak mengikuti seleksi tari saat usia Taman Kanak-kanak (TK), dirinya tetap semangat berlatih menari waktu SD walaupun menari dibarisan paling belakang.

“Setelah itu, waktu SMP saya memberanikan diri untuk mengikuti Karnaval di Kabupaten Lumajang dengan kendala jarak yang jauh dari rumah. Saat SMA saya dituntut bisa menari dan pelatih karena belum ada guru tari,” tuturnya.

Rosi mengatakan bahwa perjalanan di dunia tari tidaklah mudah dan ia pun bangga menjadi orang pilihan sebab tidak semua orang bisa menari. Menurut Rosi, menjadi seorang penari banyak tuntutannya yaitu harus bisa membawakan karakter orang lain, menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya, dan memperindah gerakan.

“Tari sangat berhubungan dengan tubuh, alam, dan Sang Pencipta. Sebab, dari tari saya bisa banyak bersyukur dengan mengenal banyak makna tari dan tari itu indah bagi orang-orang yang bisa menikmatinya. Dari tari perjalanan saya lebih berwarna karena tari bisa meluapkan emosi dan memberikan ketenangan, baik lahir maupun batin,” terangnya.

Masuknya Rosi ke dalam dunia tari bertujuan untuk mengembangkan seni dan budaya Indonesia terutama disekitarnya. Hal itu dilakukan dengan cara mengenal lebih dalam pertunjukan seni tari, dan menciptakan banyak tarian yang termotivasi dari masyarakat sekitarnya.

“Saya berharap warga Sumberwringin agar lebih tergugah dan termotivasi untuk melestarikan dan mengembangkan budaya terutama kaum pemuda dan pemudi. Jangan tunggu budaya kita lengser baru kita sadar, karena menjaga itu lebih sulit daripada menciptakan,” tegasnya.

Bahkan di akhir-akhir penjelasannya, dirinyapun mengatakan yakin bahwa akan banyak yang mendukung jika benar-benar melestarikan seni dan budaya khususnya di Desa Sumberwringin. Menurutnya, hal itu hanya membutuhkan sedikit gertakan.

“Mari kita wujudkan Desa Sumberwringin yang maju dan unggul dalam segala bidang, salam budaya,” pungkas Rosi.

Kembali