Lumajang seringkali dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki beragam potensi keindahan alam yang menakjubkan. Salah satunya adalah bentuk alam berupa danau atau orang Lumajang menyebutnya sebagai “ranu”. Di Lumajang sendiri, begitu banyak ranu bertebaran seantero kabupaten, terutama beberapa di antaranya berada di Kecamatan Klakah dan Ranuyoso. Adapun Kecamatan Klakah sendiri begitu masyhur dengan wisata “Segitiga Ranu” di Lumajang, seperti Ranu Bedali, Ranu Klakah, dan Ranu Pakis. Meski begitu, terdapat beberapa ranu lainnya yang tidak termasuk ke dalam “The Triangle of Lakes” seperti Ranu Lading. Ranu Lading merupakan salah satu danau di Lumajang yang terletak di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Adapun letaknya sendiri berada di arah timur laut dari Desa Sumberwringin yang termasuk ke dalam administrasi Dusun Ranulading, Sumberwringin. Ranu ini juga berada di dekat perbatasan dengan Desa Papringan, Kecamatan Klakah di sebelah utara desa. Ranu ini sendiri memiliki pesonanya tersendiri dengan banyak tumbuhan yang mengelilingi ranu tersebut. Hal ini tentu saja menambah keasrian dan kesejukan hawa yang ada di sekeliling ranu. Selain itu, bunyi kicauan burung yang menggelora dan bunyi bising kendaraan yang begitu minim tentu menambah sisi positif dari atmosfer yang ada di sekitar ranu ini. Dengan posisinya yang ada di bawah kaki Gunung Lemongan, sudah pasti akan menjadi nilai plus bagi kecantikan ranu ini. Selain dari kecantikan yang ditawarkan, Ranu Lading juga memiliki daya tariknya tersendiri yang disajikan kepada para wisatawan. Hal ini lantaran ranu ini sendiri berada di tengah-tengah perkebunan kopi warisan Belanda. Selain itu, terdapat rumah peninggalan Belanda atau orang di sekitar ranu menyebutnya sebagai “loji” yang terawat hingga kini. Hal ini menjadi sebuah tawaran yang luar biasa yang dapat disuguhkan oleh Ranu Lading sembari menikmati keindahan alam dari ranu itu sendiri. Adapun akses untuk menuju ke Ranu Lading ini dapat ditempuh dari berbagai arah, baik dari Desa Sumberwringin dan Desa Papringan, Kecamatan Klakah maupun Desa Salak, Kecamatan Randuagung. Letak ranu ini sendiri berkisar sejauh 25-30 km dari pusat kota Kabupaten Lumajang yang berada di bagian utara dari pusat kota dari kabupaten. Untuk mengarah ke Ranu Lading sendiri, wisatawan dapat menempuhnya melalui kendaraan roda 4 (empat) maupun roda 2 (dua). Akan tetapi, kendaraan roda 2 sangat direkomendasikan bagi turis yang ingin berkunjung, terlebih lagi kendaraan bermotor khusus offroad atau trail, mengingat jalan menuju ke Ranu Lading sendiri masih berupa tanah dan lebar jalan yang ada agak berorientasi kepada roda 2. Hal ini tidak terlepas dari keseharian warga desa yang sering menggunakan roda 2 untuk melakukan kesehariannya. Selain loji dan keindahan ranu, terdapat rakit milik warga di Sumberwringin yang bebas untuk digunakan oleh siapa saja untuk menuju dan mengeksplor area tengah ranu. Akan tetapi, dengan catatan, rakit tersebut perlu diposisikan semula ketika sudah selesai menggunakannya. Di tengah ranu sendiri, terdapat juga tambak ikan milik warga yang digunakan untuk memelihara ikan mujair. Wisatawan dapat mengeksplor area tambak tersebut untuk keperluan berfoto ria maupun menikmati pesona alam yang disajikan oleh Ranu Lading itu sendiri. Namun, jaringan internet di wilayah sekitar ranu ini belum tersentuh sehingga para turis dapat meminta bantuan pihak-pihak terkait seperti warga desa setempat atau pegawai balai desa guna menuntun jalan ke arah sana atau menyiapkan peta di Google Maps yang telah diunduh sebelumnya. Untuk mengetahui lebih jauh, lokasi atau posisi Ranu Lading sendiri dapat diakses melalui Google Maps dengan mengunjungi tautan sebagai berikut. https://goo.gl/maps/Ev4dw7oFDvHaFzGa7
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh